Meningkat 578 Penderita, Positif Corona di Jakarta Capai 27. 242 Orang

Jumlah penderita positif terkena virus corona Covid- 19 di Jakarta terus meningkat. Sampai Rabu( 12/ 8/ 2020) ini, terdapat 578 orang lagi yang terkena virus dari Cina ini.

Dengan demikian, total penumpukan segala penderita positif berjumlah 27. 242 orang. Jumlah penderita ini tersebar dari segala daerah bunda kota.

Informasi ini dikenal dari web penyedia data seputar corona di DKI, corona. jakarta. go. id. Halaman ini menginformasikan soal permasalahan corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, sampai Kelurahan tempat penderita tinggal.

Bersumber pada halaman tersebut, https://era.id/ 17. 349 orang dinyatakan telah sembuh. Jumlahnya meningkat 422 orang dari hari Selasa( 11/ 8/ 2020).

Sedangkan, 968 orang yang lain dinyatakan wafat dunia. Penderita meninggal meningkat 15 orang semenjak kemarin.

Tidak hanya itu, 2. 717 orang masih dirawat di Rumah Sakit( Rumah sakit) yang tersebar di Jakarta. Sisanya, 6. 208 orang yang positif menempuh isolasi mandiri di tempatnya tiap- tiap.

Kepala Bidang Penangkalan serta Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menguraikan, bersumber pada informasi terbaru Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dicoba uji PCR sebanyak 4. 936 spesimen.

Dari jumlah uji tersebut, sebanyak 4. 117 orang dites PCR hari ini buat mendiagnosis permasalahan baru dengan hasil 578 positif serta 3. 539 negatif. Dari 578 permasalahan positif tersebut, 201 permasalahan merupakan penumpukan informasi bertepatan pada 10 serta 11 yang baru dilaporkan.

Buat rate uji PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 44. 936. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 46. 360,” ucap Dwi dalam penjelasan tertulis, Rabu( 12/ 8/ 2020).

Dia menarangkan, World Health Organization sudah menetapkan standar jumlah uji PCR merupakan 1. 000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Bersumber pada World Health Organization, Jakarta wajib melaksanakan pengecekan PCR minimum pada 10. 645 orang( bukan spesimen) per minggu, ataupun 1. 521 orang per hari.

” Dikala ini jumlah uji PCR di Jakarta tiap minggu merupakan 4 kali lipat standar World Health Organization,” jelasnya.

Buat positivity rate ataupun persentase permasalahan positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8, 3 persen, sebaliknya Indonesia sebesar 15, 5 persen.

” World Health Organization pula menetapkan standar persentase permasalahan positif tidak lebih dari 5 persen,” pungkasnya.